Kisah Umar Bin Khattab Memeluk Islam
Ilustrasi, Umar Bin Khattab (Foto: Republika)

Kisah Umar Bin Khattab Masuk Islam: Mendengar Al Haqqah Ayat 40-43

Diposting pada

Bumipanritalopi.com, Budaya – Kisah Umar bin Khattab adalah khalifah kedua yang sebelumnya kita kenal sebagai salah satu tokoh penentang Islam.

Keputusan Umar bin Khattab untuk melafalkan dua kalimat syahadat memberikan kekuatan besar bagi Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya.

Siapa sangka hati seorang Umar yang kita kenal dengan julukan Sang Singa Padang Pasir tersebut dapat luluh dengan ayat-ayat Al-Qur’an.

Kisah Benih Islam Umar Bin Khattab

Benih keislaman dalam hati Umar muncul bukan dengan tiba-tiba. Pernah pada suatu malam ia pergi menuju Masjidil Haram ketika Rasulullah SAW tengah mendirikan shalat.

Lantunan surah Al-Haqqah ayat 40-43 yang sengaja ia dengarkan sempat membuat Umar terkesan, meskipun ia tetap menyangkal kebenaran Al-Qur’an.

Demi mempertahankan tradisi nenek moyangnya. Sikap keras kepala seperti inilah yang membuat seorang Umar yang terkenal berilmu menolak untuk memeluk Islam.

Dalam kisah pula, suatu hari Umar berniat membunuh Rasulullah SAW.

Namun dalam perjalanannya, ia bertemu dengan Nuaim bin Abdullah. Nuaim heran mengetahui maksud Umar. Karena Nuaim tahu bahwa kerabat Umar ada yang telah memeluk Islam.

Yang Nuaim maksud tidak lain adalah adik Umar yang bernama Fatimah dan suaminya. Mendengar kabar tersebut, Umar yang naik pitam lantas menuju rumah adiknya.

Baca juga: Azzuhri Terhadap Ilmu, Lebih Kuat Dari 3 Wanita

Keteguhan Iman Fatimah, Adik Sang Singa Padang Pasir

Fatimah kala itu tengah membaca lembaran suhuf bersama suaminya, Said bin Zaid, bersama suaminya Khabbab bin al-Arat.

Begitu mendengar kedatangan Umar, Khabbab pun bersembunyi sedangkan Fatimah bergegas menyembunyikan apa yang tengah ia baca.

Umar bertanya mengenai apa yang baru saja ia dengar dan jawaban Fatimah bahwa tidak ada hal yang menarik melainkan hanyalah bincang-bincang biasa.

Umar yang tak bisa membendung emosinya mengaku bahwa telah mengetahui keislaman mereka berdua. Cecar Umar dengan emosi yang meledak. Amarah!

Keributan pun terjadi hingga Umar melakukan kontak fisik dengan Fatimah serta Said bin Zaid.

Umar melihat lembaran yang disembunyikan oleh Fatimah. Dan memintanya. Ia penasaran dengan isinya.

Fatimah menolak dengan dalih bahwa lembaran suhuf Al-Qur’an itu suci sehingga Umar tak boleh memegangnya tanpa bersuci terlebih dahulu.

Namun hidayah memang datang kepada siapa saja yang di kehendaki Allah SWT, bahkan kepada seseorang yang awalnya sangat membenci Rasulullah SAW. Beserta ajaran Rasulullah yang dibawanya.

Rasa Bersalah Umar Dan Hatinya Bergetar

Umar yang merasa bersalah akhirnya menuruti permintaan adiknya. Seusai bersuci, di bacanya surat Thaa Haa mulai dari ayat pertama hingga sampailah bacaannya pada ayat ke-14, 15, dan 16. Yang membuatnya yakin bahwa apa yang ia baca tak mungkin berasal dari manusia.

Hati Umar bergetar kemudian bertanya di manakah Rasullah SAW saat ini. Umar meminta untuk segera di bawa ke hadapan Rasulullah SAW.

Khabbab keluar dari persembunyiannya dan menceritakan bahwa Rasullulah SAW pernah berdoa:

“Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah seorang dari dua orang Umar: Umar bin Khattab atau atau Amru bin Hisyam”.

Penuturan Khabbab semakin menguatkan keyakinan Umar. Kehadiran Umar membuat para sahabat ketakutan melihat sosok yang datang mencari Rasulullah SAW.

Hamzah bin Abdul-Muttalib bahkan siap pasang badan untuk melindungi Rasulullah SAW.

Namun pribadi Rasulullah SAW yang tetap tenang dan terus berprasangka baik berhasil meyakinkan para sahabat.

Bahwa tidak masalah mengizinkan Umar masuk. Dan Allah mengabulkan doa yang pernah Rasulullah SAW panjatkan melalui Umar bin Khattab.

Saat itu juga, Umar bin Khattab menyatakan keislamannya di depan Rasulullah SAW pada bulan Dzulhijjah tahun ketiga kenabian.

Keislaman Umar memberikan dampak yang positif bagi kaum muslimin.

Sumber lain: Republika.co, Kumparan.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *