Assuro Bagi Orang Bulukumba, Syarat Dan 3 Trik

Trik Melamar Atau Assuro Gadis Bulumba
Trik Melamar Atau Assuro Gadis Bulumba

Bumipnaritalopi.com – Budaya, Kamu jatuh cinta pada orang Bulukumba? Maka Assuro lah kepadanya, agar hidupmu lebih baik.

Dengan demikian, maka secara budaya kamu telah menjalankannya dengan baik.

Bacaan Lainnya

Banyak yang ketakutan ketika hendak melamar orang Bugis Makassar termasuk Bulukumba, karena tingginya uang panai’.

Akan tetapi berikut beberapa trik yang bisa kamu pergunakan untuk membuat uang panaik tidak terlalu mahal. Namun sebelum membahas itu maka berikut beberapa istilah yang berhubungan dengan lamaran orang Bulukumba.

Apa Itu Assuro?

Assuro (bahasa Konjo) itu melamar seorang gadis (janda) atau pada intinya adalah wanita pujaan hati. Dalam tradisinya, merupakan cara untuk meminang wanita.

Seserahan saat melamar
Seserahan saat lamaran

Banyak hal yang gagal dari pernikahan karena metodenya yang keliru atau salah sehingga berefek tingginya uang belanja.

Syarat Melamar Wanita Bulukumba

Sesuai dengan tradisi, masih ada hingga kini, meski mulai memudar. Terdapat beberapa syarat penting yang harus anda ketahui dalam melamar pujaan hati anda:

Wanita Merdeka (Tau Samara)

Yang dimaksud tau samara adalah wanita yang dalam kondisi bebas. Bebas dalam pengertian tidak sedang menjadi istri orang lain (meski dalam tahap proses perceraian).

Ataupun tidak sedang menjadi hamba sahaya (ata) dari seorang karaeng. Meskipun kategori ini sudah mulai terkikis di Bulukumba.

Namun yang paling utama adalah tau samara yang bermakna tidak dalam ikatan manapun. Sebab jika anda melamar atau mengambil istri orang lain. Tentu kajiannya berbeda.

Dalam istilah mengambil istri orang di Bulukumba, tidak ada lamaran. Sebab hal itu sesuatu yang tidak mungkin. Sebab keluarga pasti tidak akan menyetujui perempuan bersuami dilamar oleh lelaki manapun. Ini sudah menjadi hukum adat mereka. Meskipun sang menantu (lelaki) tidak mendapat restu dari kedua orangtua. Namun tidak bermakna sang orangtua serta merta menerima lamaran lelaki lain dalam kondisi anaknya masih berstatus istri orang lain.

Sepadan Status Sosial

Bukan uang yang utama, namun bagi sebagian orang Bulukumba, status sosial adalah penting.

Era sebelum sekarang ini. Pernikahan hanya untuk kelas sosial yang selevel. Perlu anda ketahui bahwa terdapat hierarki keturunan warga Bulukumba yang harus kamu ketahui:

  1. Karaeng,
  2. Tau Nilabbiri,
  3. Tau Maradeka,
  4. Ata,

Karaeng adalah kelas sosial tertinggi dengan panggilan Etta, Karaeng atau dengan penambahan nama Andi pada namanya dan gelarnya.

Sementara Tau Nilabbiri adalah yang memiliki kelas sosial seperti guru maupun orang kaya.

Selanjutnya masyarakat biasa atau Tau maradeka, yang merupakan orang yang bekerja secara mandiri dan mengendalikan hidupnya tanpa intervensi.

Ata merupakan kelas terendah, merupakan orang yang mengabdi kepada karaeng atau raja. Meski ini telah mulai berkurang seiring dengan kemerdekaan Indonesia.

Hanya saja masih ada yang secara feodal menganggap bahwa anak dari pembantu (ata) pada karaeng, tentu anaknya tersebut juga merupakan ata. Tentu paham ini tidak sejalan dengan Humanright. Atau perlindungan hak asasi manusia.

Meski demikian, bagi orang Bulukumba berpantang menikahkan antara Lelaki (keturunan ata) dengan perempuan keturunan karaeng. Mereka menganggap ini merupakan sebuah kekeliruan besar dan menentang adat. Sebuah gengsi yang kini mulai pudar.

Karena pada kenyataannya, setelah dilakukan kajian, terdapat banyak pernikahan yang sudah mulai menembus batas kemerdekaan memilih jodoh.

Bahwa pada hakikatnya jodoh bukanlah soal siapa punya keturunan tapi siapa yang mendapatkan restu dari Allah SWT.

Namun anda dari luar Bulukumba, tidak terlalu menjadi soal dari kendala kelas sosial ini.

Siapkan Sunrang

Sunrang itu mahar, bukan uang panai. Uang panai akan kita bahas pada sub lain.

Sunrang adalah mahar. Sebagaimana mahar merupakan hak wanita dan selalu menjadi sebuah perdebatan. Dengan pertanyaan ngapain pakai Sunrang segala?

Para pembaca yang budiman dan baik hati. Jangan salahkan sunrang, sebab Rasulullah juga memakai sunrang waktu melamar Sitti Khadijah dengan mahar 40 ekor onta. Itu Sunrang Nabi Muhammad SAW. Apakah salah?

Sunrang adalah merupakan hak seorang wanita yang akan kita lamar. Dan rata-rata mahar bagi orang Bulukumba adalah sebidang tanah. Yang bertujuan memberikan hak kepada wanita. Posisi sunrang bukanlah harta gono gini.

Mahar tersebut menjadi kewenangan wanita untuk menjualnya jika dikemudian hari ada perceraian. Maupun memberikan kepada anaknya. Tanpa intervensi dari suami maupun pihak keluarga suami.

Betapa orang Bulukumba pada masa lampau mendapatkan kewenangan besar dan menghargai hak asasi mereka para wanita.

Namun seiring waktu, mahar kini sudah mulai dirasionalisasi dengan menguangkan. Sehingga kadang seseorang mulai tidak bisa membedakan antara sunrang dengan uang panai.

Uang Panai

Ini yang saya maksud, uang panai.

Uang panai merupakan uang belanja. Yakni uang yang dipergunakan untuk membeli segala kebutuhan demi melangsungkan sebuah resepsi pernikahan.

Banyak orang luar Sulawesi Selatan mispersepsi mengenai uang Belanja dan Mahar.

Jadi kami jelaskan perbedaan keduanya.

Mahar itu atau sunrang berupa benda yang menjadi hak wanita, sementara uang panai (doi panai) merupakan uang belanja untuk keluarga kedua mempelai.

Pertanyaannya, mana yang terbaik lebih tinggi?

Sebaiknya yang tinggi adalah uang mahar, karena mahar ini akan tinggal bersama dengan pasangan (suami istri). Sementara uang belanja akan habis pada masa resepsi pernikahan.

Sampai disini mulai paham kan persamaan dan perbedaan keduanya.

Berapa nilai Uang Panai orang Bulukumba?

Ini masih menjadi perdebatan dan sebentar akan kami jelaskan bagaimana triknya agar uang panai tidak terlalu membuat anda terbebani.

Hal penting yang harus anda ingat, rumusnya. Uang panai maupum mahar. Tidak serta merta tinggi. Akan tetapi bisa jadi hal itu terjadi karena keluarga perempuan “tersinggung” atau marah karena sikap anda.

Harus menguasasi Trik agar tidak membuat anda menyesal.

Trik Assuro Bagi Orang Bulukumba

Untuk menghindari hal yang tidak kita inginkan gunakan trik berikut agar saat Assuro (melamar) gadis pujaan hati anda. Tidak membuat anda merasa terbebani dengan uang belanja maupun mahar.

Selain itu kamu bisa membaca trik bertamu agar orang Bulukumba senang kepadamu.

Berani Karena Benar

Berani karena benar dan niat baik, maksudnya adalah sebagai lelaki, sebaiknya kamu menghadap langsung pada kedua orangtuanya.

Katakan kepadanya, dengan beberapa bahasa atau kalimat berikut:

  1. Maaf pak, saya datang kemari, bukan karena saya berani. Tapi justru karena saya ketakutan. Ketakutan saya adalah ketika jalan bersama dengan anak bapak, takutnya ada keluarganya yang menemukan saya dan merasa siri’. Dan keluarga bapak bisa marah kepada saya di Jalan.
    Tentunya bahasamu ini akan masuk kedalam sukma calon mertua kamu. Hehe.
  2. Maafkan saya bapak, saya kesini karena mau diatur oleh bapak, bagaimana arahannya kepada saya. Jujur saja, saya tidak memiliki uang banyak, saya “hanya punya malu”. Yakni malu kalau tidak sampai menyampaikan niat baik saya ini kepada bapak.
    Calon mertuamu akan memberikan kamu jempol.
  3. Pammoporanga (taddempengnganga). Atau sama “Maafkan saya”. Saya bernama “Edy” (jangan lupa ganti nama ini menjadi namamu”. Hendak melamar anak bapak. Mohon arahannya kepada saya, dan jadikan saya seperti anak bapak.
    Sok ngarep, baru mau melamar aja sudah mau dianggap anak, alay, heheh.

Beberapa kalimat dan narasi ini menjadi sebuah kalimat baik untuk kedua orangtua wanita tersebut. Dan jadikan kedua orangtua wanita sebagai pembelamu. Maka buatlah etika anda saat menghadap dengan cara tersantun yang kamu miliki.

Jangan seperti seorang preman atau berlagak sok jago. Termasuk gas-gas motor saat kerumah calon mertua. Sopanlah, jangan berlebihan. Dan jangan terlalu berwibawa. Santai.

Waktu Sholat, Maka Izinlah Melaksanakan

Sebagai daerah yang sangat taat agama, maka ketika anda datang melamar (Assuro) pada saat waktu sholat tiba, maka lakukan segera. Lebih baik lagi ketika anda pamit ke Masjid untuk sholat. Waw keren sekali itu.

Perbuatan kamu ini, membuat turunnya nilai uang panai yang kamu takutkan, hehe. Semoga sih.

Ataupun jika kamu tidak bisa menjangkau Masjid maka meminta izinlah untuk Sholat dirumah tersebut.

Pakai Pihak Ketiga

Cara terakhir adalah memakai pihak ketiga. Ini juga cara yang efektif kalau metode yang kamu gunakan tepat saat melakukannya.

Pihak ketiga yang dimaksud adalah, dengan anda mendatangi keluarga dekat wanita tersebut. Yang berpengaruh pada keluarga itu.

Hanya saja cara ini memiliki kekurangan. Misalnya yang kamu datangi adalah pihak keluarga lelaki (ayah) dari wanita tersebut. Bisa jadi akan membuat komplain dari pihak ibu.

Sehingga proses memilihnya harus cermat. Yang pengertian lanjutnya adalah keberadaannya diterima oleh semua keluarga.

Saya sebut ini menjadi alternatif terakhir, karena bisa jadi jika pihak ketiga ini salah sasaran akan membuat keadaan semakin rumit. Maka pilihlah yang memiliki kriteria berikut:

  1. Komunikasinya baik dan prilaku yang diterima oleh semua keluarga,
  2. Keluarga dekat dari pihak keluarga wanita anda dan berpengaruh,

Beberapa Persiapan Lamaran

Apa persiapan yang penting saat melamar orang Bulukumba?

Saat assuro ada beberapa hal yang menjadi pegangan penting anda. Bagi orang di kawasan dengan Sarung Kajang sebagai salah satu produk budayanya tersebut memiliki beberapa urutan saat melamar.

A’jangang Jangang

A’jangang jangang adalah fase sebelum melamar. Biasanya tersendiri, meski kadang bersamaan saat hari lamaran.

Namun jika berdiri sendiri, maka a’jangang-jangang ini merupakan sebuah proses bertanya kepada keluarga. Kira-kira pertanyaannya begini:

Apakah si Mawar (Nama wanita), sedang tidak dalam posisi dipinang atau istri orang?

Meskipun kita tau bahwa Mawar adalah gadis perawan, akan tetapi tetap pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan penting saat melamar gadis asal kawasan yang terkenal dengan Pantai Bira tersebut.

Tentunya sang keluarga akan menjawab, tidak jika merupakan wanita merdeka. Dan tidak akan mungkin marah dengan pertanyaan ini. Oleh karena itu merupakan budaya.

A’duta (Assuro)

Setelah fase a’jangang-jangang selesai. Dan wanitanya dalam kondisi bisa untuk dilamar, maka selanjutnya masuk dalam prosesi A’duta (melamar) dengan membahas beberapa hal penting yang berhubungan dengan pernikahan.

Dalam fase lamaran resmi ini akan mengkaji kesepakatan-kesepakatan:

  1. Doi Panai’ (Uang Belanja)
  2. Sunrang (Mahar),
  3. Erang (Bawaan atau buah tangan).
  4. Uang Nikah
  5. Suru’ Borong (lintas batas)

Uang belanja dan mahar, sudah jelas. Sementara erang adalah berupa bawaan (seserahan) dalam tempat yang berisi leko’ dan berbagai macam. Yang dikalungkan kepada yang membawa untuk diperhadapkan kepada pemerintah sebelum menikah nantinya.

Uang nikah sangat jelas, biasanya ini dibagi dua antara pihak pria dan wanita.

Suru borong atau lintas batas adalah biasanya berhubungan dengan kepala dusun dan kepada desa. Nilainya tidak seberapa.

Demikian artikel tentang beberapa hal yang harus kamu ketahui saat melamar orang Bulukumba. Namun hal yang harus kamu ingat, bahwa jangan pernah takut dengan seluruh prosedur adat. Sebab kesemuanya bisa anda lewati apalagi kalau ada dukungan penuh dari keluarga wanita kamu. Maka buatlah keluarga calon anda membelamu. Sehingga mereka akan pasang badan untuk kamu. Gampang kan?

Jika kamu menikah dengan orang Bulukumba, jangan lupa klik untuk membuat karangan bunga maupun Mc untuk mengiringi acara kamu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *