Produk Asli Bulukumba, Ciri Khas Panrita Lopi

  • Whatsapp
Produk Budaya Asal Bulukumba
Jenis Produk Budaya Asli Asal Bulukumba

Sebelum mengoleksi, kenali Produk Asli asal Bulukumba dari berbagai tempat dan daerah yang ada pada kawasan pencipta perahu pinisi tersebut.

Bumipanritalopi.com, Original Product – Kawasan Kabupaten Bulukumba yang merupakan salah satu destinasi wisata, baik kemaritiman maupun sosial budaya.

Bacaan Lainnya

Ketika berkunjung kekabupaten yang bisa kita tempuh dengan perjalanan darat dan laut dari Makassar tersebut.

Maka daerah dengan 10 Kecamatan ini, yakni: Gantarang, Kindang, Ujungbulu, Bulukumpa, Rilau Ale, Ujungloe, Bontobahari, Bontotiro, Herlang, dan Kajang tersebut. Akan dengan mudah menemukan produk asli.

Mungkin yang paling kita kenal adalah miniatur pinisi. Namun tahukan anda bahwa berikut ini merupakan jenis produksi yang hanya ada pada Kabupaten Bulukumba.

Produk Asli Asal Panrita Lopi

Ada banyak barang yang unik kita bisa temukan pada daerah ini. Tidak hanya penduduknya yang memiliki keunikan tersendiri. Akan tetapi produksi berikut ini. Tidak bisa terklaim pada daerah lain.

Sebab memang menjadi produk andalan pada kabupaten dengan slogan budaya Mali Siparappe Tallang Sipahua.

Apa saja yang menjadi produknya?

Jagung Marning

Ketika meninggalkan Kabupaten Bantaeng lalu memasuki kawasan Kabupaten Bulukumba. Dari perbatasan sekira 15 kilo ke depan, kita akan memasuki pintu gerbang batas Kota.

Tidak jauh dari posisi ini. Pada bagian kanan akan berjajar penjual jagung marning. Merupakan sebuah produk ciri khas yang hanya diproduksi di Kabupaten Bulukumba.

Dengan menggunakan jagung pulut ditambah kapur sirih minyak goreng dan beberapa bahan lainnya. Melalui sebuah proses yang apik teliti dan seksama. Setelah jagung direbus kemudian ditiriskan, lalu dikeringkan kemudian selanjutnya masuk pada wadah penggorengan.

Produk Jagung Marning Panrita Lopi
Produk Jagung Marning Panrita Lopi

Setelah itu jagung yang sudah digoreng tersebut. Akan mendapatkan tambahan bumbu-bumbu, yang menentukan cita rasa manis asam. Tentu tidak ada yang pahit.

Mengkonsumsi jagung jenis ini akan menghasilkan bunyi kriuk-kriuk, dan menjadi sajian tersendiri. Jenis makanan ringan ini sangat cocok untuk Anda pergunakan ketika anda melakukan kunjungan ke tempat wisata pantai yang ada di Kabupaten Bulukumba.

Sehingga ketika anda berkunjung ke daerah dengan perahu Pinisi menjadi ikon di Kota Bulukumba, jangan lupa membeli jenis makanan ini. Sebab produk yang original hanya bisa kita temukan di sini.

Harganya relatif murah, jagung yang mendapatkan kan panas hingga 170 derajat Celcius tersebut, dalam beberapa bentuk kemasan dengan harga yang berbeda-beda. Dari harga Rp5.000 hingga Rp20.000.

Untuk mendapatkan harga khusus, anda boleh mengajukan kesepakatan harga Jika Anda membeli dalam jumlah yang cukup banyak. Kenapa harus membeli pada lokasi tersebut. Karena mereka menjual barang yan rata-rata rumah sendiri atau mengetahui siapa yang membuatnya.

Yang tentunya mutu dan kualitasnya terjaga. Oyyah, apakah kamu akan melakukan perjalan wisata martim atau budaya? Kunjungi tempat ini, Bulukumba menyajikan destinasi darmawisata terbaik.

Juku Karra Atau Juku Tapa

Berikut yang merupakan produk asli asal Kabupaten Bulukumba yang tidak boleh Anda lewatkan, adalah juku karra’ atau juku tapa.
Pemberian nama ini berdasarkan proses pengirisan nya dan proses mematangkannya.

Adapun jenis ikan yang cocok untuk menjadi olahan juku tapa adalah:

  1. Ikan tuna mata besar dengan nama latin thunnus obesus
  2. Ikan madidihang dengan nama latin thunnus alalunga
  3. Albakoreh dengan nama lain thunnus albacore
  4. Cakalang atau katsuwonus pelamis
  5. Tuna sirip biru Selatan atas Thunnus Maccoyii.
Juku Karra Asal Bulukumba, Panrita Lopi
Juku Karra (Tapa) Asal Bulukumba, Panrita Lopi

Kita sebut sebagai Juku Karra’, karena ikan-ikan tersebut, dengan menggunakan pisau membelahnya beberapa bagian. Lalu mengirisnya, nah maka proses mengiris Inilah yang disebut dengan karra’ dalam bahasa konjo

Ada proses perendaman, dengan menggunakan beberapa bahan secara organik.

Setelah beberapa jam ikan yang telah terendam tersebut kemudian dinaikkan ke ke atas tungku yang tertutup kiri kanan dengan bagian depan yang memiliki pintu untuk memasukkan kayu.

Proses pengasapannya menggunakan waktu sekira 6 sampai 12 jam. Hingga warna daging ikan menjadi kecoklatan.

Kehebatan daripada jenis ikan ini adalah tahan atau tidak cepat rusak.

Kita bisa menemukannya di beberapa tempat di Kabupaten Bulukumba terutama pada kawasan ia menggunakan bahasa konjo, atau bahasa Makassar dengan dialeg konjo.

Pusat pembuatan nya ada di kecamatan herlang, kajang dan juga ada di kecamatan bontotiro.

Harga satu Iris, sekira Rp10.000. Sangat murah namun rasa tidak bisa berbahasa kan. Nikmat pokoknya.

Ruhu-Ruhu Asli Bulukumba

Jenis makanan yang satu ini adalah terbuat dari beras ketan putih cara mendapatkan bahan tambahan gula aren. Duet dengan menggunakan tempat khusus.

Sebenarnya jenis kue ini memiliki kemiripan dengan kue bannang bannang yang ada di di Kabupaten Sinjai Bone atau di kabupaten lainnya. Secara umum di Sulawesi Selatan.

Akan tetapi ada yang berbeda dengan jenis ruhu-ruhu, asal Kabupaten Bulukumba. Yakni bentuknya yang berbeda dan rasanya yang berbeda.

Jika kue bandang-bandang memiliki tekstur yang kering, nggak patah. Maka kue jenis ruhu-ruhu tidak terlalu kering namun muda Untuk Patah dengan gigitan.

Proses pembuatan daripada jenis makanan khas Kabupaten Bulukumba tersebut. Menggunakan maestro yang memiliki pengalaman dalam proses produksinya.

Kue Ruhu Ruhu atau Uhu-uhu
Kue Ruhu-ruhu Asal Bulukumba

Oleh karena jika yang membuat adalah orang yang tidak memiliki pengalaman akan mengakibatkan kue ini tidak berbentuk, tentu rasanya berbeda karena proses pematangannya yang tidak seimbang pada sisi-sisinya.

Jenis kue ini tahan hingga berminggu-minggu. Dalam sebuah wadah yang tertutup. Sebab jika terbuka atau terkena Hawa, akan menyebabkan kue menjadi melembek. Atau tidak berbentuk lagi.

Harganya yang murah, dari harga Rp2.000 per biji. Dan bisa mendapatkan potongan harga lebih banyak ketika membeli dalam satu tempat yang besar.

Dengan demikian anda bisa menikmati jajanan produk asli asal Kabupaten Bulukumba.

Miniatur Pinisi

Ada sebuah keberhasilan bagi pelaut ulung asal Kabupaten Bulukumba yang mampu mencapai Vancouver Canada. Dengan menggunakan Perahu Kayu jenis pinisi yang mereka rakit. Adapun mengenai sejarah mengenai proses pembuatan dan asal-usul jenis Koral ini bisa kita baca pada artikel lengkap berikut: Kapal pinisi dalam angka sakral, Rahasia Pelaut Ulung.

Sebagai sebuah warisan budaya tak benda yang telah mendapatkan penetapan dari UNESCO. Pinisi ini adalah merupakan, sebuah produksi kekayaan asli budaya yang berasal dari Kabupaten Bulukumba.

Sebenarnya secara langsung atau tidak, proses terkenalnya pariwisata di Kabupaten Bulukumba yakni Bira itu banyak terbantu untuk mempromosikan. Dengan adanya sebuah hasil karya orang Bira, Ara dan Tanah Beru. Berupa Pinisi tersebut.

Pembuat Pinisi Asli Bulukumba di Pamulang
Pengrajin Pinisi Asal Pamulang (Jawa Tengah), Merakit perahu Budaya Asli Dari Bulukumba (Sulsel)

Seiring waktu, orang Bulukumba, ia memiliki hubungan erat dengan proses pembuatan provinsi terutama di lemo lemo dan Tanah Baru. Memahami betul bahwa sebenarnya proses memiliki perahu Pinisi ini membutuhkan uang yang banyak.

Disamping itu untuk proses mempromosikan daerah, maka mereka membuat miniatur perahu Pinisi. Sebagaimana kita ketahui bahwa proses pembuatan provinsi ini adalah bukan sekedar menyusun menyusun daripada. Kayu untuk berbentuk sebagai sebuah miniatur.

Namun ada beberapa bagian penting yang ada di dalamnya yang merupakan hal-hal sakral yang berhubungan dengan perahu Pinisi tersebut.

Originalitas Produk Pinisi

Meski sekarang sudah ada orang kreatif di luar Bulukumba yang tidak ada hubungannya dengan ke Bulukumbaan itu bisa memproduksi daripada jenis Perahu pinisi ini.

Miniatur Perahu Pinisi Buatan Asal Bira Ara dan Tanaberu
Miniatur Pinisi Original di Bandar Udara Sultan Hasanuddin

Akan tetapi jika anda hendak menggunakan atau memasang miniatur ini kedalam tempat kerja Anda ataupun di ruang tamu anda.

Untuk menemukan miniatur asli. Kita bisa temukan di daerah Tanah Beru, Bira hingga Ara Kecamatan Bontobahari. Maklum ke-3 daerah itu adalah tempat asal dari pada para Master pembuat Pinisi.

Maksudnya, tentu hampir tidak ada perbedaan antara miniatur yang dibuat di Sumatera, Jawa, Kalimantan dengan yang ada di Kabupaten Bulukumba.

Akan tetapi jika kita mau bertanya tentang originalitas, sebagaimana asal daripada permulaan perahu yang kemudian menjadi Legenda hari ini.

Tentu menjadi opsi bagi para kolektor, adalah mencari di mana sumber pembuatan awalnya.

Sehingga autentik atau tidak, jelas memiliki kajian berbeda berdasarkan tempat dan siapa pembuatnya. Sebab secara budaya, yang memiliki hak membuat perahu adalah orang dari ketiga desa tersebut.

Dan terbukti, hingga saat ini. Meski orang Bulukumba, terdapat banyak tukang kayu, selain dari ketiga desa yang kami sebutkan.

Namun mereka tidak membuatnya, karena mereka sadar, secara budaya itu tidak boleh mereka lakukan. Dan jikapun mereka (tukang diluar Tanahberu, Bira dan Ara) membuat. Tidak ada yang berminat, sebab pembeli menganggap itu tidak asli. Atau bukan produk asli buatan tempat asal Pinisi Bulukumba.

Sarung Kajang, Ciri Khas Karakter

Jenis sarung ini berbeda dengan sarungnya lainnya. Dengan corak dan warnanya yang hitam menggunakan Banan organik berupa nila, untuk mewarnai.

Merupakan produk asli asal kabupaten Bulukumba yang ada di kecamatan Kajang. Dan merupakan salah satu produk budaya yang tidak akan boleh ada satu pun melakukan pengklaiman akan keberadaannya.

Sehingga setiap orang yang akan melakukan kunjungan wisata pada kawasan adat yang ada di Kabupaten Bulukumba, memasuki Kecamatan kajang terutama ammatoa. Harus melengkapi diri dengan menggunakan pakaian serba hitam.

Ini berlaku bagi siapapun tidak ada pengecualian, anda Bupati, menteri, gubernur memiliki corak dan warna pakaian yang sama. Hitam.

Sarung disebut dengan tope Le’leng. Jika hendak membeli atau memakainya, maka silakan datang ke daerah Kajang.

Sarung Kajang Hitam, Produk Ori Bulukumba
Tope Le’leng (sarung hitam asal Kajang)

Menggunakan sarung kajang merupakan proses simbolisasi budaya dan karakter. Sehingga tidak heran, banyak warga dari kawasan ini memakainya. Semua bertujuan untuk menunjukkan ciri asal dan kesantunannya.

Adapun Sarung yang bernama Tope Le’leng ini. Merupakan produk budaya dengan beberapa tipe:

  1. Biasa, dengan harga yang paling murah.
  2. Sedang, kualitas bagus dan sudah lurus,
  3. High, kualitas paripurna. Yakni biasa menjadi pakaian pejabat asal daerah ini atau tamu penting.

Jenis produk asli lainnya dari Bulukumba adalah Ruhu-Ruhu, Kampalo dan Dumpi Eja.

Produk Bulukumba, Namun Bukan Asli

Selain itu, dengan banyaknya artikel membahas mengenai produk Bulukumba, maka kami perlu memberikan batasan. Bahwa untuk artikel kami ini adalah menjelaskan tentang yang original. Asli.

Dengan syarat asli:

  1. Murni ide orang Bulukumba,
  2. Pembuatnya orang Bulukumba,
  3. Di Buat di Bulukumba.

Maksudnya, bisa jadi berikut produk ini dibuatnya pada Panrita Lopi. Namun bukan ide murni awalnya orang dari kawasan ini.

Adapun beberapa Makanan yang bisa kita temui, yakni:

  1. Coto Kuda, benar saja jenis sajian dengan menggunakan bahan dasar daging kuda kita bisa temui. Namun itu bukan produk Asli (baca syarat yang ada di atas). Melainkan dari segi bentuk dan bahan, sama dengan pembuatan di Jeneponto dan Bantaeng. Dan daerah yang terkenal dengan masakan kudanya adalah Jeneponto.
  2. Barongko, merupakan jenis makanan dengan menggunakan daun pisang. Akan tetapi jenis makanan ini juga terdapat pada Kabupaten Sinjai, Bone, Bantaeng dan secara keseluruhan Sulawesi, Khususnya Sulsel. Makanan ini merupakan makanan Kerajaan Gowa dari masa lampau. Namun jika kita memasukkan bagaimana hubungan kerajaan Gowa dan Kajang serta Gantarang? Maka itu masuk akal secara histori kerjasama kerajaan.
  3. Kapurung, orang Bulukumba bisa membuatnya. Namun apakah ia merupakan produk asli Bulukumba? Tentu berbeda. Sebab Kapurung dengan khas Palopo ini menggunakan bahan dasar Sagu. Sehingga tidak bisa kita melakukan bantahan, bahwa makanan Kapurung ini berasal dari Palopo, atau Kendari. Entahlah. Sebab keduanya memiliki persediaan sagu yang banyak.

Dan beberapa produk lainnya.

Mungkin kita sepakat, ada yang menyebut bahwa jenis makanan atau masakan tersebut produk asli. Karena kebetulan orang Bulukumba bisa membuatnya. Dan prosesnya di Kabupaten Bulukumba.

Cara Mengetahui Produk Asli

Akan sama analoginya, bisa seperti ini, orang Bantaeng (bukan Asal Bulukumba), dan membuat sarung hitam jenis tope le’leng di Kabupaten Bantaeng. Apakah kita bisa menyebut produk sarung hitam tersebut merupakan produk asli asal Bantaeng?

Atau saya orang Jawa, dengan membeli satu miniatur Pinisi, lalu membuatnya dengan meniru Miniatur Pinisi tersebut. Saya membuatnya di Bandung yang juga merupakan asal saya. Apakah kita bisa menulis bahwa produk asli Bandung adalah Miniatur Pinisi?

Tentu ini yang penting, untuk mengetahui antara yang asli dengan yang palsu. Untuk mendapatkan yang kwalitas terjamin tentu menjadi harapan bagi banyak orang.

Selain rasanya (jika makanan). Juga bentuknya yang tidak berubah, sesuai asal produk budaya tersebut.

Semisal anda mau memiliki sarung asli, maka cara terbaiknya adalah berkunjung langsung pada Kecamatan Kajang. Dan memintalah untuk ke lokasi pembuatan sarung. Maupun ke pasar Kalimporo, Kajang dan sebagainya.

Atau jika anda hendak membeli miniatur perahu Pinisi maka langsung pada kawasan Tana Lemo, Ara maupun Bira. Para pembuat, menjajakan jualan pada pinggi jalan.

Atau anda memanfaatkan sahabat anda yang berasal dari daerah kami ini.

Namun jika tidak memiliki koneksi, anda bisa memanfaatkan nomor ini 081 250 636 116, untuk berkonsultasi. Semoga hari anda menyenangkan.

Jika ada hal yang kurang, silahkan isi pada kolom komentar.

Produk Asli Asal BulukumbA
Menerima Konsultasi Produk Asli Asal Bulukumba

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *