Mitos Dan Pantangan Pada Rumah (Balla) Orang Bulukumba

  • Whatsapp
Mitos Atau Fakta Adab Bertamu Di Bulukumba
Beberapa Mitos dan Adab Ketika Di Rumah Orang Bulukumba

Setelah kita membahas mengenai rumah dan komponen lengkap dengan namanya, maka berikut mitos dan larangannya.

Bumipanritalopi, Konjo – Sejarah Bulukumba dengan 2 bahasa yang besar, yakni Konjo (Bagian dari Makassar) dan Bugis (bagian dari Bone). Maka jika anda berkunjung ketempat ini, jangan lupa membeli ole ole khasnya berupa sarung hitam.

Bacaan Lainnya

Jarak tempuh dari Makassas (ibukota Provinsi Sulsel) ke Bulukumba, sejauh 150 km. Kita akan melewati daerah Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto dan Bantaeng. Hingga masuk ke Kabupaten dengan akronim Butta Panrita Lopi atau Bumi Panrita Lopi tersebut.

Secara umum tidak ada yang berbeda dengan Kabupaten yang kita lewati tersebut. Namun jika saja tujuan kamu untuk jalan-jalan kerumah sahabat atau mungkin calon pasanganmu. Maka berikut kami sampaikan tips atau cara yang harus kamu lakukan. Dan yang tidak boleh kamu lakukan pada tanah yang subur ini.

Mitos Di Bulukumba

Setelah mengetahui komponen serta nama pada bagian rumah orang Butta Panrita Lopi, maka berikut beberapa hal yang menjadi pantangan. Kamu tidak boleh melakukannya. Sebab bisa beresiko besar.

Entah kalau anda mempercayai akan hal tersebut, namun berikut ini beberapa kepercayaan yang masih melekat pada daerah ini.

Sinonim kata larangan pada daerah Bulukumba adalah:

  1. Talama’ring,
  2. Pa’pirangga,
  3. Pa’parangga,
  4. Pemmali (bugis)
  5. De’nahedding (bugis)
  6. De’naulle (bugis)

Berikut ini daftar larangan, atau pa’pirangga yang sering kita dengar, dari orangtua kepada anaknya atau keluarganya, yakni:

A’lela-lela, Mitos Lama

Ini seperti nama orang yah? Bukannya nama Laila (Lela) itu orang cantik yah? Yah benar saja, ingat kan kisah Qais dan Laila, hingga Qais jadi orang gangguan Jiwa karena kecantikan Laila. Eks kejadiannya itu bukan di Bulukumba.

A’lele-lela adalah tidur tengkurap dan kaki diangkat. Maka larangannya begini “Jako a’lela-lelai, mateai anronnu”. Jangan kamu tidur tengkurap, nanti ibumu meninggal.

Pada orangtua di Bumi Panrita ini, yang lahir pada tahun 70 kebawah. Sangat paham dengan pesan leluhur tersebut.

Dan sangat tertib untuk tidak melakukannya. Meski sebenarnya tidak ada kejadian, bahwa setelah a’lela-lela, secara langsung ibunya meninggal.

Pantangan atau bahasa bugisnya “pemmali” bahasa Bulukumbanya adalah “Talama’ring” sangat tegas pada anak remaja.

Cidong Ri Pa’lungang

Pada perkembangan zaman, sudah banyak kursi yang membuat salah satu bagiannya adalah berupa bantal sebagai tempat duduk.

Acidong ripalungang atau duduk pada bantal
Duduk Pada Bantal

Cidong (duduk), ri (di), pa’lungang (bantal).

Konsep ini tidak laku pada area Bulukumba. Karena orang pada kawasan ini tidak akan menduduki bantal. Dengan penekanan seperti ini “jako accidongi ri pa’lunganga, lattangnga ko”. Artinya “jangan kamu duduk pada bantal, itu beresiko kamu bisul”. Entah ini mitos atau fakta pada masyarakat sosial Bulukumba.

Jenis bantal pada kawasan yang terkenal dengan Dato Tiro tersebut, terbuat dari kapuk yang lembut. Berbeda dengan sekarang sudah tergantikan dengan spons.

Cidong Ri Timuang, Makna Mitos

Jangan sembarang duduk yah, sebab larangan yang tidak boleh kita lakukan, duduk tepat pada pintu rumah (cidong ri timuang).

Cidong (duduk) ri (di) timuang (pintu).

Pada rumah kayu orang Bulukumba, ada area di bawah pintu rumah. Perhatikan kusen pintu rumah batu. Berbentuk U bukan? samping kiri kanan dan atas. Nah kalau pintu rumah kayu, maka bukan berbentuk U, melainkan bentuk kotak, karena ada kayu pada bagian bawah.

Trus, yang bagian bawah tersebut bernama “pa’pahuntulang”.

Larangan Duduk Pada Pappahuntulang Timuang
Posisi Pappahuntulang Timuang, Bagi Orang Bulukumba

Orang dulu melarang seseorang duduk pada “pa’pahuntulang” dengan kalimat begini. “ako cidongi ri pa’pahuntulanna Timuanga, nasaba nappahuntuliko pau, tauwwa”. Artinya jangan duduk pada pintu masuk rumah, sebab orang lain akan menggosipkan kamu. Atau mengkambing hitamkanmu”.

Sehingga cara untuk menghindari diri anda agar tidak kamu mendapatkan gosip adalah jangan duduk pada pintu rumah (pa’pahuntulang timuang).

Akkelong Ri Pallua, Apakah Mitos?

Musik bisa mendayu dayu, dan bisa saja anda bergoyang. Namun tidak bagi orang Bulukumba. Ada pa’parangga, agar anda tidak melakukannya pada area dapur.

A’kelong (menyanyi) ri (di) Pallua (dapur, area dapur). Kalimatnya begini “Ako akkelongi ri pallua, buntingko tau toa”. Artinya “Jangan menyanyi pada area dapur, sebab kamu akan dinikahi orangtua”.

Bunting (menikah), berbeda dengan bahasa Indonesia, bahwa bunting adalah hamil. Bahasa konjo untuk hamil adalah atianang. Tau toa (orangtua).

Akkelong Ri Pallua, Pantangan Menyanyi Pada Dapur
Pantangan A’kelong Ri Pallua

Meskipun sekarang area teknologi dan media komunikasi yang berkembang pesat. Seseorang boleh live dengan menyanyi pada dapur atau saat sedang memasak.

Namun pada orang dari kawasan dengn produk miniatur pinisi asli ini, masih menganggap perbuatan itu sebagai cara yang melanggar.

Mitos, A’solla-solla Anggarrang

Anak kecil kamu boleh menangis. Tapi harus memakai aturan. Jangan A’solla-solla (merajuk, memain-mainkan kaki) angngarrang (menangis).

Pantangan yang tidak boleh kita abaikan adalah a’solla-solla anggarrang. Sebab narasi larangannya bisa seperti ini “jako a’solla-sollai’ i anggarrang, mateai anronnu”. Artinya jangan menangis sambil memain-mainkan kaki, sebab bisa jadi ibumu meninggal.

Seorang anak, bahkan (saya) pernah mengalami hal ini. Menangis dan a’solla-solla dengan harapan mendapatkan perhatian. Namun bukannya mendapatkan perhatian.

Malah sebaliknya, mendapatkan pukulan pamungkas berupa ba’bala poti pari (alat pemukul sapi dari ekor ikan pari). Usah tanya bagaimana rasanya ini, namun kami bersyukur dengan sakit pada masa itu. Entah kenapa kami generasi Baby Boomer kadang rindu dengan hal itu.

Jangan Lakukan Ini Pada Malam Hari (Bangngi)

Beberapa larangan yang tidak boleh (tala’maring) kita lakukan pada saat malam hari (bangngi). Kegiatan ini merupakan aktifitas pada siang hari. Dan ketika malam tiba maka orang dari masyarakat yang menyebut rumah dengan kata balla’ tidak memperbolehkan melakukan hal berikut ini, yakni:

Attobba’ Kanuku

Attobba’ Kanuku (memotong kuku), Bangngi (Malam). Ini merupakan pa’pirangga. Sebab jika anda memotong kuku itu beresiko membuat anda budu amuru (berumur pendek). Adapun jika memotong kuku, sebaiknya merendam pada air. Dan melakukannya pada pagi hari.

Adapun alasan kenapa harus memotong kuku pada pagi hari (waktu dhuha), dengan harapan rezeky bertambah baik.

Assuru’

Assuru’ Banngngi (menyisir rambut malam hari). Ako assuru’ bangngi’i, budu amuruko (jangan menyisir rambut malam hari, nanti umur kamu pendek).

Sehingga selepas waktu magrib maka orang dari kawasan yang terkenal dengan perahu pinisi yang melegenda tersebut. Tidak akan menyisir rambut pada malam hari. Sebab mereka memahami bahwa pa’pirangga adalah baik untuk mereka (yang dilarang).

Mitos Talama'ring pada Malam Hari Di Bulukumba
Aktifitas talama’ring pada malam hari

Abboja Kutu

Abboja Kutu (mencari kutu) pada malam hari adalah sebuah larangan sebab mitosnya bisa membuat seseorang. Katanya sih bisa membuat ibu dari yang melakunnya, pendek umur.

Anjai’

Anjai’ adalah berarti menjahit. Segala sesuai seperti menjahit baju, celana, barang lainnya. Ini merupakan pa’parangga yang tidak boleh kita langgar.

Kalau Kamu Bertamu, Hindari Ini

Nah, beberapa hal yang harus kamu hindari ketika kamu bertamu pada rumah orang dari daerah ini. Sebab jika kamu melakukannya. Itu bisa berefek fatal. Dan sikap atau perbuatan ini membuat orang dari daerah ini tersinggung. Berikut beberapa adab bertamu.

A’paenteng Kallong Baju

A’paenteng (membuat berdiri) Kallong Baju (Kerah Baju). Bisa jadi memposisikan kerah baju merupakan model fashion dan sebagainya. Namun jangan pernah kamu melakukan atau mempraktikkan gaya ini.

Ketika kamu berkunjung kerumah orang Bulukumba. Sebab tata krama ketika bertamu ketika kamu melakukan hal tersebut, akan rusak.

Bahkan sebaliknya, orang dari kawasan yang terkenal dengan kawasan adat ammatoa tersebut merasa kamu ancam mereka. Atau kamu menantang berduel.

Jadi jangan heran ketika kamu A’paenteng Kallong Baju. Tiba-tiba ada orang lain yang datang menghajarmu atau malah menantang balik dirimu. Tanpa kamu mengeluarkan kata-kata.

Sebab cara meluruskan kerah baju tersebut, mereka anggap anda adalah banna’, atau bangsa’ yang berarti nakal atau menantang.

Wahduh, gimana kalau yang tersinggung adalah calon mertua atau keluarga pasangan kamu?

A’pasilangga Bangkeng

Jika kamu mau ke Bulukumba, maka ketahui tata krama atau etika ketika sedang bertamu. Yang terlarang untuk kamu lakukan adalah ketika duduk pada kursi, maka jangan A’pasilangga Bangkeng.

A’pasilangga Bangkeng (menyilangkan kaki, menaikkan kaki ke kaki lainnya). Bangkeng itu bermakna kaki.

Larangan Dan Pantangan Menyilangkan Kaki di Bulukumba
A’pasilangga Bangkeng (Menyilangkan Kaki)

Meski secara nasional, seseorang boleh saja menaikkan kaki satu ke kaki lainnya. Dengan mengjungtaikan kaki kebawah. Atau menaikkan kaki, dengan posisi mata kaki luar menempel pada paha.

Namun tidak untuk di Kabupaten Bulukumba. Sebab cara itu, mereka anggap sebagai perbuatan “orang pongah” atau sombong. Yang dalam bahasa mereka adalah “tampo”.

A’papalang Songko’

Adab ketika bertamu ke rumah orang Bulukumba berikutnya adalah. Larangan A’papalang (memasang melintang) Songko’ (Songkok/kopiah). Merupakan sebuah perbuatan yang dianggap melecehkan. Jadi jangan melakukan perbuatan ini meski sekedar gaya-gayaan ketika bertamu kerumah orang Butta Panrita Lopi.

Sebab perbuatan ini hampir sama dengan a’paenteng kallong baju.

A’tangkiri aja’ Atau A’sangkara Aja’

A’tangkiri aja’ (berkacak pinggang). Mungkin pada film kita menyaksikan bahwa a’tangkiri aja’ atau a’sangkara aja’. Itu adalah perbuatan biasa-biasa saja. Namun tahukah kamu makna a’tangkiri aja’ bagi orang Bulukumba?

Bagi mereka, perbuatan ini adalah memeriksa isi pinggang, berupa badik atau pisau. Sehingga seseorang yang yang melakukan hal tersebut. Terkonotasikan sedang mempersiapkan besi atau keris untuk menyerang.

Maklum saja, pada masa lampau, orang dari kawasan ini baik konjo maupun bugis, terutama pada semua anak lelaki. Harus memegang badik untuk menjaga diri. Jangan sampai ada yang kasi malu (nipakasiri’).

Maka hindari perbuatan yang kurang beradab ini ketika kamu bertamu kerumah sahabat kamu di Bulukumba.

A’boja Raha

A’boja Raha (melihat kebawah). Namun bukan begitu, cara kamu mempraktikkan menatap kebawah sekarang ini. Akan tetapi, menatap kebawah yang dimaksud adalah mengangkat dagu. Sambil menatap orang lain.

Coba angkat dulu dagu kamu lalu tatap orang lain. Nah itulah A’boja Raha.

Perbuatan ini menjadi prilaku kurang baik karena mereka menganggap kamu memandang remeh mereka.

Sehingga jangan sama sekali kamu bertamu dan mempraktikkan cara ini. Sebab bisa jadi tuan rumah akan membelalak matanya tertuju kepadamu.

Harus Melakukan Ini Ketika Bertamu

Jika narasi sebelumnya kita membahas tentang mitos, larangan, pantangan ataupun sikap yang harus kita hindari, maka berikut ini adalah, sesuatu yang harus kamu lakukan, ketika bertamu.

Minum Kopinya

Mungkin ada yang berpesan, jangan minum kopi kalau ditawarkan di Bulukumba, nanti kamunya kena doti atau ilmu. Haha, fobia amat. Memang keuntungan apa orang lain mau doti kamu?

Orang Bulukumba sangat senang dengan tamunya. Maka ketika kopi sudah terhidangkan, maka cicipilah. Dan minumlah. Sebab jika kamu tidak meminumnya. Itu menyakitkan buat mereka.

Jika saja kamu tidak meminum kopi, ketika tuan rumah hendak kedapur maka sampaikan bahwa saya tidak minum kopi. Kamu boleh pesan menggantinya dengan teh. Atau air putih.

Makan Hidangannya

Ketika tuan rumah memanggilmu makan, maka nikmatilah makanannya. Dan ketika kamu telah mendapatkan panggilan makan. Meski kamu kenyang, masuklah keruang makan. Dan makan secukupnya.

Sebab jika kamu tidak mencicipi sedikitpun, itu membuat tuan rumah kecewa.

Sholat Ketika Waktunya

Kemudian, Sebagaimana daerah ini merupakan area yang religinya mantap. Maklum pada kepemimpinan Bupati Andi Patabai Pabokori, menghasilkan perda Syariat Islam.

Sehingga kehidupan beragam sangat terasa. Selain itu kita ketahui bahwa Datok Tiro menancapkan pesan Islam pada kawasan ini.

Maka ketika terdengar suara adzan, segerahlah untuk melaksanakan Sholat. Orang dari kawasan yang terkenal dengan kawasan Wisata Salah Satunya adalah Donggia. Sangat senang dengan orang yang patuh menjalankan ibadah.

Demikian tulisan mengenai Mitos, larangan dan keharusan ketika berkunjung ke Bulukumba. Mitologi telah mengkaji beberapa ritual adat Bulukumba yang ada, mulai punah atau telah hilang pada kawasan adat ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *