Tana Panrita Lopi
Icon Perahu Pinisi Pernah menjadi salah satu gambar pada alat tukar di Indonesia

Tana Panrita Lopi, Butta Subur Yang Menyanyikan Lagu Rindu

Diposting pada

Kabupaten Bulukumba, dengan sebutan Tana atau Butta Panrita Lopi. Dengan sebaran daerah 10 Kecamatan

Bumipanritalopi.com, Tana Panrita – Tanahnya yang luas, daerahnya subur, Bulukumba selalu menyanyikan rindu.

Arti kata Tana Panrita Lopi, Tana berarti tanah, panrita berrarti orang bijak dan cerdas, lopi bermakna perahu atau kapal laut. Sehingga tana panrita lopi memberikan arti sebagai daerah yang dihuni oleh orang yang memiliki kecerdasan dalam membuat perahu.

Produk dari budayanya adalah Perahu Pinisi. Di Kabupaten Bulukumba tepatnya di segarisan jalan raya yang membentang dari Bampang, Tanah Beru hingga Bira.

Meski pusatnya terletak di Lemo-lemo dan Tanah Beru (Tanaberu).

Pembahasan lanjut mengenai daftar nama daerah dalam artikel ini akan dibahas secara singkat.

Daftar Nama Kecamatan Di Tana Panrita Lopi

Di Bulukumba terdapat 10 Kecamatan, dimulai dari Bantang, hingga kearah timur berbatasan dengan Selayar. Dan juga keselatan yang berbatasan dengan Kabupaten Sinjai, Meliputi :

  1. Kecamatan Gantarang, Mencakup Kelurahan: Jalanjang, Mario Rennu, Matekko. Desa: Barombong. Benteng Gattareng, Benteng Malewang. Bialo, Bonto Macinna, Bonto Masila. Bonto Nyeleng, Bonto Raja, Bonto Sunggu, Bukit Harapan, Bukit Tinggi, Dampang. GatarengPadang, Paenre Lompoe, Palambarae, Polewali, dan Taccorong.
  2. Kecamatan Kindang, Mencakup Kelurahan: Borong Rappoa, Desa: Arinhua, Balibo, Benteng Palioi, Garuntungan, Kahayya, Kindang, Mattirowalie. Oro Gading, Sipaenre, Somba Palioi, Sopa dan Tamaona.
  3. Kecamatan Ujungbulu, mencakup Kelurahan: Bentengnge, Bintarore, Caile, Ela-Ela, Kalumeme. Kasimpureng, Loka, Tanah Kongkong, dan Terang-Terang.
  4. Kecamatan Bulukumpa, mencakup Kelurahan: Balla Saraja, Jawi-Jawi, dan Tanete. Desa: Balang Pesoang, Balang Taroang, Baruga Riattang, BarugaeBatulohe. Bonto Bulaeng, Bonto Mangiring, Bonto Minasa, Bulo-Bulo, Jojjolo. KambunoSalassae, Sapo Bonto, dan Tibona.
  5. Kecamatan Rilau Ale, mencakup Kelurahan: Palampang. Desa: Anrang, Bajiminasa, Batu Karopa. Bonto Bangun, Bonto Haru, Bontolohe, Bonto Manai, Bonto Matene, Bulo Lohe. KaramaPangalloang, Swatani, Tanah Harapan dan Topanda.
  6. Kecamatan Ujungloe, mencakup Kelurahan: Dannuang. Desa: Balleangin, Balong, Bijawang, Garanta, Lonrong, Manjalling. Manyampa, Paccaramengang, Padang Loang, Salemba, Seppang, dan Tamatto.
  7. Kecamatan Bontobahari, mencakup Kelurahan: Benjala, Sapo Lohe, Tanah Beru, dan Tanah Lemo. Desa: Ara, Bira, Darubiah, dan Lembanna.
  8. Kecamatan Bontotiro, mencakup Kelurahan: Eka Tiro. Desa: Batang, Bonto Barua, Bonto Bulaeng, Bonto Marannu, Bonto Tangnga, Buhung Bundang. Caramming, Dwi Tiro, Lamanda, Paku Balaho. Tamalanrea, Tri Tiro.
  9. Kecamatan Herlang, mencakup Kelurahan: Bontokamase, Tanuntung. Desa: Borong, Gunturu, Karassing, Pataro, Singa, dan Tugondeng.
  10. Kecamatan Kajang, mencakup Kelurahan: Laikang dan Tanah Jaya. Desa: Batu Nilamung, Bonto Baji, Bonto Biraeng, Bonto Rannu, Lembang, Lembang Lohe, Lembanna. Lolisang, Malleleng, Mattoanging, Pantama, Pattiroang, Possi Tanah, Sangkala, Sapanang, Tambangan, Tanah Toa.

Dan Seluruh Desa dan Dusun yang ada didalamnya, sebagai bentuk memperkenalkan sebuah daerah yang ada di Kabupaten Bulukumba.

Dengan jumlah 10 Kecamatan, dan 27 Kelurahan, 109 Desa.

Tanah Subur Di Kabupaten Bulukumba

Di Bulukumba terdapat daerah yang tanahnya subur, terletak di Kecamatan Gantarang, Kindang, Ujungbulu (dibagian pesisir, karena ini merupakan cluster perkotaan). Ujungloe, Bulukumpa dan Rilau Ale.

Di daerah ini memiliki iklim tanah yang sangat subur, dengan persawahan yang sangat luas. Dan hasil padi dan tumbuhan lainnya yang ada diderah ini.

Bergerak kearah timur, yakni Kecamatan Kajang, beririsan dari Kec Rilau Ale, masih merupakan tanah yang subur.

Kecamatan “transisi” kesuburan tanah, yakni di Kecamatan Herlang. Disebut transisi karena kesuburan tanah didaerah ini tidak sama dengang kecamatan yang disebutkan diatas sebelumnya.

Sementara Kecamatan Bontotiro dan Bontobahari memiliki area dengan struktur lebih banyak bebatuan. Meskipun tetap ada lahan yang bisa digarap, dengan kontur tanah berwarna merah.

Memasuki kawasan Bira dan Ara, maka dominan bebatuan. Tampak tanaman yang tumbuh melambat. Hal itu karena tempat tumbuh, dari tumbuh-tumbuhan tersebut banyak bebatuan. Dan kurang subur.

Icon Mendunia Di Bontobahari

Icon Perahu Pinisi dalam gambar uang 100 rupiah kapal layar. Menunjukkan bahwa perahu tersebut, telah menjadi sebuah legenda.

Bontobahari memiliki banyak icon, bahkan icon yang mendunia adalah Pinisi dan Pantai Bira. Kedua kekayaan “budaya dan alam” tersebut terletak di Kecamatan Bontobahari.

Pinisi Dari Bumi Panrita Lopi
Karya Budaya, Panrita Lopi Yang Mendunia

Daerah ini menyanyikan lagu rindu untuk bertemu, atau syair hendak menginjakkan kaki di daerah ini.

Kelembutan penduduknya yang menyapa wisatawan bisa terasa ketika memasuki daerah ini. Entah sekedar melihat proses pembuatan perahu pinisi di lemo-lemo ataupun warga Bira yang ada di pantai tanjung Bira.

Di lokasi pembuatan perahu, yang mengarah kelaut, banyak dijadikan latar foto yang instagramable. Dan juga menjadi lokasi pengambilan video mengisi channel youtube.

Bumi Panrita: Bumi Panrita Lopi, Ulung Di Laut, Tangguh Di Darat

3 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *