Siapa Rahmat Kaimuddin, Masa SD Hingga Kuliah di LN

  • Whatsapp
Siapa Rahmat Kaimuddin
Rahmat Kaimuddin Bausat dan Luhut Binsar Pandjaitan

Mungkin orang Bukalapak dan seluruh kompetitor sudah mengetahui siapa Rahmat Kaimuddin yang saat ini menjabat sebagai Penasehat Khusus Menko Kemaritiman.

Bumipanritalopi.com, Pinisi – Indonesia sangat berbangga dengan penunjukan “Andi Rahmat Kaimuddin Bausat”. Sebagai Technology & sustainability Development Special Advisor (Penasihat Khusus Pengembangan Teknologi & Keberlanjutan).

Bacaan Lainnya

Nama Rachmat kaimuddin adalah nama yang tidak asing bagi PT Bukalapak.com tbk. Sebagaimana karena karyanya. Dia mampu membawa perusahaan Unicorn tersebut. Mencatatkan saham perdana pada Bursa Efek indonesia tepatnya pada bulan Agustus tahun 2021. Sumber: Lipuran6.com

Meskipun dalam profil yang termuat pada liputan6 tersebut masih superfisial. Sebab tarikan sejarahnya dari pengurutan saat sekolah SMA.

Sepak terjang yang dia lakukan pada PT Bukalapak tersebut. Ternyata sebagai sebuah rekor pertama di Asia Tenggara. Status perusahaan Unicorn pertama yang masuk pada pasar modal Indonesia.

Kenapa Bernama Rahmat?

Kenapa lelaki tersebut bernama Rahmat. Kan bisa namanya Ahmad. Sebagaimana ia lahir pada hari Ahad bukan?

Ternyata namanya, adalah pemberian Ayahnya yang bernama Kaimuddin Bausat. Ceritanya, saat ibundanya (Andi Harlia Patunru) hamil besar. Saat itu, ada keluarganya yang berpulang. Di Desa Bira Kecamatan Bontobahari.

Dengan perjalanan dari Makassar menuju Bira, yang berjarak 200 km adalah keharusan pilihan, tanpa ada opsi lain. Untuk melayat keluarga di kawasan yang terkenal dengan Pantai Pasir putih tersebut.

Sepulang dari melayat, Andi Harlia merasakan keluhan hendak melahirkan. Dalam perjalanan dari Bulukumba ke Makassar.

Entahlah kalau faktor kelelahan. Hingga bayi itu lahir diatas mobil, dengan kondisi yang membiru. Hampir tidak ada harapan untuk hidup. Orangtua yang melihatnya, seketika terselimuti kecewa.

Bisa jadi, anak ini hanya datang memperlihatkan fisiknya. Namun tidak untuk tumbuh dan berkembang bersama saudaranya yang lain. Sedikit panik, kelelahan sekeluarga dalam kendaraan itu sirna.

Dalam suasan yang cukup sep. Ternyata, bayi itu menangis juga.

Lelaki yang bekerja sebagai pegawai di kantor dinas pertanian Sulsel tersebut. Tersenyum. Ada airmata pada ujung matanya. Kaimuddin nama ayahnya. Memberi nama anak tersebut Rahmat. Sebab karena Rahmat Allah SWT, atas doa-doa mereka di kabulkan Allah. Untuk anak ini bisa hidup.

Siapa Rahmat Kaimuddin?

Dia terlahir di Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan pada Hari Ahad, 15 April 1979. Saat ini menjabat sebagai konsultan manajemen Indonesia.

Tepat setahun yang lalu atau 6 Januari 2021 menjabat sebagai chief executive officer atau CEO Bukalapak.

Mungkin jarang yang tahu bahwa lelaki yang satu ini, merupakan teman sekolah dari Agus Harimurti Yudhoyono (Ketua Partai Demokrat). Tepatnya pada SMA taruna Nusantara tahun 1994 hingga 1997.

Catatan yang ia yang ia torehkan adalah wakil Indonesia dalam ajang Olimpiade kimia internasional atau iChO. Tepatnya di Vancouver Canada.

Mewakili negara untuk kontestasi Internasional, adalah sebuah pencapaian spektakuler. Tidak semua orang bisa melakukan ini.

Jejak Leluhurnya Di Vancouver

Kedatangan Rachmat Kaimuddin ke Vancouver Canada sebenarnya ini kali pertama. Sekaligus ini merupakan penerbangan pertamanya keluar negeri.

Akan tetapi ada sebuah rentetan sejarah. Yang sebenarnya secara kebudayaan leluhur daripada Rachmat telah menginjakkan kaki lebih dulu ke Vancouver Canada.

Jika Rahmat Kaimuddin menginjakkan kaki ke Vancouver pada tahun 1996.

Maka 10 tahun sebelum itu, kerabat dari bontobahari tempatnya Tanahberu, Bira dan Ara tahun 1986. Lebih dulu sampai disini pada Vancouver ini.

Dengan menggunakan perahu Pinisi sebagai sebuah pelayaran yang paling fenomenal pada saat itu dengan kapten kapal Gita AryaKusuma.

Disadari atau tidak, semangat berlayar dengan menggunakan perahu Pinisi sebagai simbolitas. Pelaut ulung secara tidak langsung telah masuk pada jiwa keluarga Rahmat.

Yang berani mengkoneksikan antar pulau dengan menggunakan Perahu Kayu, buatan nenek moyangnya di Kabupaten Bulukumba.

Masa SD dan SMP

Rahmat kecil. Periang. Pantang menangis.

Ia belajar pada SD Mangkura Kota Makassar. Ketika kecil ia sangat senang mendengarkan kisah dan cerita yang dibacakan dari buku. Secara detail. Kalau perlu lengkap dengan titik koma.

Menghafal dalam memori setiap langkah cerita.

Sebab dalam beberapa pengalaman.

Sebagaimana ia senang mendengarkan cerita dan kisah dibacakan berulang. Entah kalau ingin mengevaluasi memorinya.

Sehingga biasanya ibunda (karena kelelahan membaca buku cerita tersebut berulang ulang).

Membacakan kisah tidak berurut, melainkan ia langsung membaca akhir cerita.

Bukti ingatannya sangat kuat adalah, mempertanyakan kisah yang tidak terbacakan. Mana kalimat ini, kenapa tidak ada?

Ketika memasuki masa SMP, lelaki yang kini berusia 42 tahun tersebut Dengan hoby makan pisang ijo (jajanan khas Makassar). Coto, Bakso dan beberapa makanan khas.

Ia juga tampil menjadi siswa yang berprestasi. Tidak hanya menjadi juara menggambar TK Se-Kota Makassar ketika masih menjadi siswa pada taman kanak-kanak.

Tetapi ketika masuk SD dan SMP ia menjadi wakil sekolah dalam kegiatan dan lomba cerdas cermat. Pada saat kelas 3 SMP. Ayahnya berpulang. Sehingga semenjak itu, peran ibulah yang dominan untuk dia berempat bersaudara.

SMA Taruna Nusantara atau SMAN 3 Bandung?

Setelah tamat SMP, ia melanjutkan pendidikan ke Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA).

Tahun 1997, ia mendaftar pada SMAN 3 Bandung dan lulus pada sekolah ungggulan tersebut. Dengan mendapatkan beasiswa.

Namun pikirannya berubah, ketika mengetahui bahwa ada pendaftaran pada SMA Taruna Nusantara.

Pihak keluarga awalnya menyampaikan kepadanya bahwa SMA TN (Taruna Nusantara). Memiliki ujian masuk dengan beberapa tahapan seleksi.

Namun baginya, proses seleksi bukanlah hal yang harus ia hindari. Tapi justru sebaliknya, sebagai sesuatu yang harus ia taklukkan.

Saat itu ia sudah lulus pada SMA 3 Bandung.

Dan alhasil, ia juga lulus pada SMA Taruna Nusantara. Tempat ia bertemu dengan Anak presiden RI ke VI.

Ada 5 orang dari Makassar yang lulus seleksi lanjutan ke SMA TN. 3 orang yang dinyatakan lulus termasuk dirinya.

Namun masalah muncul, karena berkas berupa ijazah, DANEM asli harus di setor oleh calon taruna ke Ajendam VII Wirabuana, Jalan Garuda.

Sayangnya berkas tersebut tertinggal di Kota Bandung.

Maka peran Andi Harlia, yang menghadap pada Komandan Ajendam. Pada akhirnya iapun bisa mengikuti proses seleksi lanjutan di Magelang dengan syarat berkas menyusul.

Tahun 1994 hingga 1997, ia mampu bersaing dengan pelajar lainnya pada sekolah unggulan tersebut. Dengan prestasi yang sangat mengesankan. Sebagai juara kelas, bahkan juara umum ia bisa raih.

Setelah Gagal UMPTN

Setelah selesai dari SMA TN, ia mendaftar pada Institut Teknologi Bandung (ITB).

Ia tidak lulus UMPTN. Namun tidak membuatnya patah arang.

Ia banting stir untuk mencari beasiswa keluar Negeri.

Awalnya ia mencari jalur ke Belanda. Tentu dengan bekal kursus TOEFL sebelumnya.

Pesan BJ Habibie

Seiring perjalanan waktu, pada hari yang lain. Ia mendapatkan informasi mengenai pendaftaran mahasiswa baru pada MIT.

Dengan gigih ia mengikuti proses seleksi pada Massachusetts Institute Of Teknologi (MIT) Boston.

Ia lulus pada kampus favorit Amerika ini.

Namun bukannya berbahagia. Sebab kondisi negara pada saat itu dengan hempasan badai krisis tahun 1998. Membuatnya sempat berpikir menghentikan jalannya keluar negeri.

Karena krisis ekonomi dengan kondisi nilai tukar rupiah yang terus melemah. Dalam pikirannya, tidak mungkin melanjutkan pendidikan pada kampus Boston dengan biaya yang tidak sedikit.

Namun, rezeki tidak akan tertukar. Rupanya ada jalan, ia menghadap dan bertemu langsung Presiden BJ Habibie ketika itu.

Habibie sangat senang dengan kelulusan Rahmat. Sebab satu-satunya orang asli Warga Negara Indonesia (WNI) yang lulus pada kampus MIT Boston negara adidaya tersebut.

Dalam sebuah pertemuan dirinya. Presiden RI ketiga memberikan pesan:

  1. Jangan lupakan Sholat,
  2. Jangan lupakan keluarga,
  3. Ambil ilmunya bukan sekedar mengambil ijazah.

Pesan BJ Habibie tersebut terus masuk dalam diri Mamat (panggilan akrabnya).

Alhasil, hanya dengan waktu 3 tahun ia telah menjadi alumni Boston tepatnya di Massachusetts Institute Of Teknologi ia memperoleh gelar Bachelor of Science.

Hanya sekali ia kembali ketanah air dalam waktu 3 tahun tersebut.

Ia lebih sering tidak pulang ke Indonesia pada masa libur. Melainkan mengambil mata kuliah, pada masa libur kuliah. Jika ada ruang dan dosen.

Efek Bom Amerika

Setelah selesai kuliah dalam waktu 3 tahun (lebih cepat setahun). Ia tetap tinggal di Amerika Serikat, maklum masih ada waktu setahun masa berlaku visa yang ia miliki.

Ia menjadi karyawan sebuah perusahaan.

Beberapa waktu kemudian ia kembali ke tanah air. Dan pada waktu bersamaan terjadi pembomam gedung WTC.

Oleh karena hal tersebut (Bom WTC), maka terjadi pelarangan warga muslim masuk ke Amerika. Maklum namanya adalah Muhammad Rahmat Kaimuddin. Termasuk nama yang terkena sweep.

Setelah situasi politik membaik di Amerika, barulah ia kembali ke USA. Dan melanjutkan pendidikannya pada Stanford University California untuk Master of business administration.

Rahmat Dan LBP
Pelantikan Rahmat Oleh LBP

Setelah itu, dengan bekal keilmuan dengan administrasi bisnis telah Ia terapkan dalam dunia perbankan.

Tepatnya ketika bergabung pada Bank Bukopin tahun 2018. Dengan posisi sebagai Direktur keuangan dan perencanaan PT Bank Bukopin tersebut.

Dalam perjalanannya pada tahun 2014 dia merupakan anggota dewan komisaris bukopin, yang pada akhirnya dia mendapatkan kepercayaan sebagai Direktur keuangan. Pada persusahaan yang sama.

Tidak hanya pada satu tempat. Namun catatan perjalanannya juga menjabat sebagai manajer Direktur PT Cardig Air Service. Kemudian selanjutnya pada PT Bosowa Corporindo sebagai Chief financial officer.

Dan lanjut sebagai Vice President Bearing Private Equity Asia and Principal of Quvat. Banyak tempat yang ia datangi untuk menjadi seorang manajer perusahaan ternama.

Hubungannya Dengan Kemaritiman?

Tentu pertanyaan ini akan terbesit, setiap orang. Bisa jadi asumsinya Rachmat kaimuddin merupakan alumni dari California dan Boston.

Serta menyelesaikan pendidikan pada Taruna Nusantara. Jauh dari hal-hal yang kemaritiman.

Bisa jadi demikian, ketika memandang Rachmat kaimuddin Eks CEO Bukalapak, dalam tatanan pendidikan formal.

Perahu Pinisi Dari Panrita Lopi, Khas Daerah Bulukumba
Perahu Pinisi Dari Bumi Panrita Lopi

Meskipun definisi bakat adalah sesuatu berupa kapasitas pada diri setiap orang dipengaruhi oleh latihan yang sudah dijalaninya. Tentu pendapat ini tidak berlaku pada Rachmat. Karena area kemaritiman adalah area yang tidak pernah dia jalani dengan latihan secara formal melalui pendidikan.William B Michael

Akan tetapi yang ada pada dirinya adalah bakat yang lahir bersama dengan kelahirannya. Dengan sel-sel utuh dalam tubuhnya memiliki aliran darah dari Bira. Pelaut ulung yang menggunakan Perahu Pinisi.

Argumentasi ini sejalan dengan pendapat, bahwa bakat merupakan sesuatu yang mencakup segala faktor yang ada dalam diri seseorang. Yang mereka miliki sejak lahir.

Kemudian menumbuhkan perkembangan terakhir soft skill. Maupun kecakapan tertentu. Bakat adalah memiliki sifat laten potensial sehingga masih bisa tumbuh dan dikembangkan.Kartini Kartono

Asal Keturunan

Pendapat Kartini Kartono ini, adalah relevan dengan kehidupan Rahmat. Sebab tanpa kita sadari, Rahmat lahir dari kandungan seorang bangsawan dari Kabupaten Bulukumba tepatnya di Bontobahari.

Mungkin Anda mendengar atau bahkan pernah mengunjungi pantai Tanjung Bira.

Harus anda ketahui bahwa “Karaeng Bira”, yang tidak lain adalah merupakan penguasa pertama di Desa Bira tempatnya terpahat pantai Tanjung Bira yang putih.

Karaeng Bira adalah kakek dari Rahmat. Kawasan ini merupakan kawasan dengan bahasa pada Suku Konjo.

Tentu ketika kita mengkaitkan dengan pelaut ulung tadi yang mengarungi samudra. Bahwa keberangkatannya untuk pergi melaut atas support dan motivasi dari kakek Rahmat.

Tidak hanya sampai disitu, dalam pertalian darah ibunda Rahmat juga merupakan keturunan adat Kajang Kabupaten Bulukumba.

Menyebut Kajang, maka ini erat kaitannya dengan Ammatoa, Baca: Sejarah Kajang Karya Abdul Haris Sambu.

Tidak hanya sampai disitu, ayah dari Rahmat adalah Kaimuddin Bausat. Seorang karyawan di Pertanian Provinsi Sulsel.

Rahmat yatim sejak umur 14 tahun.

Kenapa Tidak Memakai Gelar Andi?

Sebagai keturunan, tentu ini menjadi haknya untuk menggunakan gelar tersebut. Akan tetapi ada beberapa alasan kenapa ia tidak menggunakannya.

Ternyata, ayahnya Kaimuddin Bausat yang merupakan Asli Wajo (Sengkang). Dan juga keluarga terpandang pada daerah tersebut.

Ia memiliki pandangan lain.

Keempat anaknya. Termasuk Mamat yang merupakan anak ketiga tidak ia beri gelar bangsawan “Andi”. Karena ia tidak pernah berharap anaknya tidak melanjutkan pendidikan.

Maklum pada masa tahun 1980an. Kondisi ekonomi warga keturunan (Andi) lebih tinggi dari yang lainnya. Dan kondisi itu, membuatnya takut kalau anaknya terlena dengan kondisi tersebut. Sehingga tidak melanjutkan pendidikan.

Silsilah Mamat

Dalam diri Mamat, mengalir darah Wajo (Sengkang), Bulukumba dan Luwu. Ayahnya dengan family Bausat, adalah keluarga yang berpengaruh dari Wajo. Dengan panggilan Puang.

Maka tidak heran jika Mamat bersaudara mendapatkan panggilan Puang Mamat dari ponakannya dan keluarga lain.

Sementara ibunya bernama Andi Harlia Patunru, merupakan anak dari Andi Padjongai Dg Paware, dengan kakek adalah Karaeng Bira Undu Dg Patunru. Keturunan bangsawan di Bulukumba, asal dari perahu pinisi. Dengan panggilan “Petta, Kareang atau Etta”

Sementara ibunya (Nenek Mamat dari jalur ibu/matrilineal) adalah Andi Fahira (Karaeng Baji) Keturunan dari Luwu. “Nama Karaeng Baji ia dapatkan saat menetap di Kajang”. Dengan suami bernama Karaeng Jama’ (Seorang Jaksa). Merupakan warga keturunan bangsawan dari Kecamatan Kajang (Alamat Kawasan Ammatoa).

Muhammad Rahmat Bin Kaimuddin, MBA. Lelaki yang suka memakai pakaian hitam atau putih ini. Dalam hal silsilah, jika seandainya ia memakai gelar keturunan. Merupakan hak namun ia tidak pergunakan.

Dalam kultur Makassar dan Bugis, Rahmat secara garis keturunan maka ia berhak dengan panggilan. Petta Rahmat, Puang Rahmat maupun Karaeng Mamat.

Dalam tata pemberian nama “Andi Rahmat Kaimuddin Bausat, MBA”

Selamat Dari DPP KKB

Sebagai bentuk support dan rasa bangga atar pencapaiannya. Ia mendapakan apresiasi dari Dewan Pimpinan Pusat Kerurukan Keluarga Bulukumba (DPP KKB). Sebagaimana organisasi tersebut merupakan paguyuban resmi bagi orang Bulukumba yang ada di rantauan.

Abdi Badi Sommeng yang tak lain sebagai Ketua Umum DPP KKB memberikan ucapan selamat kepada Rahmat Kaimuddin Bausat. Melalui media sosial ataupun media online.

Sebagai salah satu bentuk Support kepadanya dalam menjalankan tugas. Penasihat Khusus Pengembangan Teknologi & Keberlanjutan (Technology & Sustainability Development Special Advisor).

Technology & Sustainability Development Special Advisor

Apa saja tugas spesifik Technology & Sustainability Development Special Advisor. Sebagaimana hal itu merupakan penasehat Kementrian Koordinator Maritim dan Investasi. Yang akan selalu melakukan koordinasi dengan LBP atau Luhut Binsar Pandjaitan.

Tranformasi Besar Teknologi

Tranformasi Besar Teknlogi ini adalah ungkapan dari Menko Marver Luhut Binsar Pandjaitan. Bahwa dirinya akan mendapatkan amanah memberikan masukan kepada Menko.

Pembangunan teknologi Indonesia pada masa datang untuk melakukan ekspansi pasar dan pengawasan. Menjadi alasan kenapa ia mendapatkan posisi itu.

Pengalaman Rahmat mengelolah beberapa perusahaan, dengan teknologi yang adaptable. Menjadikannya ia menjadi prioritas pilihan dari Menko Marves.

Kontrol Evaluasi di Kaltara

Sebagai langkah awal. Bisa jadi ini merupakan kode keras dari Menko Marves. Dengan angka 132 Miliar US Dollar. Untuk pembangunan di Kalimantan Utara.

Rupanya menjadi fokus awal. Untuk melakukan pengawasan ketat agar anggaran tersebut tepat guna. Sebagaimana isi sambutan pengarahan Menko Marves saat pelantikan Mamat.

Sebagaimana pembangunan era kepemimpinan Joko Widodo adalah fokus pada kemaritiman. Kini anak muda berbakat bangsa Indonesia. Asal Makassar Bulukumba – Wajo, telah masuk dalam jajaran kementrian kemaritiman. Merupakan sebuah prestasi yang harus kita berikan apresiasi.

Selamat Berkerja Andi Rahmat!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *