Kisah NabI Adam AS
Kisah Nabi Adam AS

Nabi Adam: Kisah Turunnya dan Daftar Anak

Diposting pada

Bumipanritalopi.com, Tana Panrita – Kisah Turunnya Nabi Adam ke bumi merupakan sebuah peristiwa yang nyata terdapat dalam Al Quran 2:38

ُلْنَا اهْبِطُوا مِنْهَا جَمِيعًا فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنْ تَبِعَ هُدَايَ فَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. (QS: Albaqaroh: 38)

Turunnya Nabi Adam AS dari syurga karena buah khuldi terlarang yang mereka makan.

Tentu atas godaan syaitan karena telah melanggar perintah Allah SWT untuk tidak memakan buah khuldi, hal ini sesuai Firman Allah SWT:

وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلا تَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ

Dan Kami berfirman: “Hai Adam diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang lalim. (QS; Al Baqaroh: 35)

Kedengkian Syaitan Kepada Nabi Adam AS

Kisah kebencian Syaitan kepada Nabi Adam AS,
Bermula semenjak penciptaannya oleh Allah SWT.
Sebagaimana Iblis memiliki sifat dengki kepada Adam.

Kekurangan sifat dengki ini telah mendapatkan peringatan dari Rasulullah SW, sebagaimana beliau bersabda,

“Melepaskan dua ekor srigala lapar di kandang kambing tidak lebih besar bahayanya di bandingkan dengan seorang Muslim yang rakus terhadap harta dan dengki terhadap agama. Sesungguhnya dengki itu memakan habis kebaikan, seperti api melalap habis kayu”. (HR. At-Tirmidzi). Sumber: Republika.co.id

Dengki karena merasa zatnya (api) lebih tinggi daripada tanah. Dan kedengkiannya bertambah ketika ia terusir dari syurga. Hingga ia tidak punya tempat lagi di syurga. Maka ia berjanji menyesatkan mereka (anak cucu Adam), sebagaimana firman Allah SWt dalam Surah Al A’raf:

ثُمَّ لآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). (QS: Al-A’raaf;17)

Secara futuristik, syaitan telah membuat visi dan misi penyesatan umat manusia, sebagaimana pendapat para ulama yang menafsirkan makna muka, belakang, kiri dan kanan sebagai berikut:

  1. Muka: menghalangi manusia dari jalan lurus menuju akhirat,
  2. Belakang: menciptakan manusia mencintai dunia
  3. Kanan: memuji kebaikan-kebaikan mereka agar sombong dan ria,
  4. Kiri: menggoda untuk mencintai perbuatan maksiat, zina dan khamr serta perbuatan sesat lainnya.

Pada surah lain iblis berikrar untuk menyesatkan seluruh manusia dengan perbuatan maksiat, Firman Allah dalam Surah Al Hijjr:

قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لأزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الأرْضِ وَلأغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ

Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, (QS: Alhijr; 39)

Cara Syaitan Menggoda Adam

Semenjak syaitan mendapat tempat di syurga, maka iapun melancarkan serangan untuk menggoda manusia.

Dalam hal menggoda ini, terdapat perbedaan beberapa ulama, bahwa proses pertemuan Iblis dan Adam di syurga adalah secara langsung. Dan pendapat lain dengan menggunakan zatnya (dari jauh).

Pendapat pertama Iblis menjelma menjadi ular. Dan masuk kedalam syurga.

Tentu pendapat ini mendapatkan bantahan, bagaimana bisa syaitan masuk kembali ke syurga sementara ia sudah diusir dari tempat itu. Beberapa ulama berpendapat bahwa kejadian itu merupakan skenario Allah SWT.

Pendapat lain mengenai godaan syaitan kepada Adam dan Hawa adalah berupa bisikan dari dalam diri Adam dan Hawa. Bahwa syaitan telah menyatu dengan darah manusia.

Sebagaimana ini sesuai dengan hadist, Rasulullah bersabda:

“Sesungguhnya setan menyusup dalam diri manusia melalui aliran darah. Aku khawatir sekiranya setan itu menyusupkan kejelekan dalam hati kalian berdua.” (HR. Bukhari no. 3281 dan Muslim no. 2175).

Bagaimanapun analisa yang ada, yang jelas, syaitan berhasil memperdaya Hawa dan Adam sehingga memakan buah terlarang tersebut. Akhirnya ia ke bumi.

India di India (Asia Selatan), Hawa di Jeddah, dari sejawaran. Keduanya terpisah. Selama ratusan tahun, dalam kisah lain 300 tahun mereka terpisah.

Mereka memohon ampunan Allah SWT, sebagaimana tertulis dalam Al Quran, Allah berfirman:

قَالا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Artinya: Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi”.
(QS: Al A’raf ayat 23)

Setelah mendapat ampunan Allah, maka Di Padang Arofah mereka keduanya kemudian menyatu di Jabal Rahmah (Puncak Kasih Sayang).

Hidup Berumah Tangga

Adam dan Hawa menyatu dan membangun rumah tangga, hal itu sesuai dengan Firman Allah SWT, dalam surah Annisa.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (QS: Surah Annisa 4:1)

Dari pertemuan keduanya akhirnya punya keturunan, kemudian membentuk komunitas (Suúb) atau masyarakat. Adapun keturunan Adam adalah:

  1. Abdullah dan saudara perempuannya
  2. Cayn dan saudara perempuannya
  3. Qobil dan Iqlima,
  4. Ashut dan saudara perempuannya.
  5. Habil (Abel) dan Labuda,
  6. Syts Dan Azura
  7. Ayad dan saudara perempuannya
  8. Balagh dan saudara perempuannya,
  9. Athati dan saudara perempuannya,
  10. Tawbah dan saudara perempuannya
  11. Darabi dan saudara perempuannya
  12. Hadaz dan saudara perempuannya
  13. Yahus dan saudara perempuannya
  14. Sandal dan saudara perempuannya
  15. Baraq dan saudara perempuannya
  16. Wadd dan dan saudara perempuannya
  17. Suwa dan saudara perempuannya
  18. Yaghuth dan saudara perempuannya
  19. Ya’uq dan saudara perempuannya
  20. Nasr dan saudara perempuannya

Pada sejarah yang lain menyebutkan bahwa Hawa melahirkan sebanyak 25 kali, 24 kembar, dan 1 kali tidak kembar yang melahirkan Uniq Bin Adam.

Sebagaimana dari Unuq melahirkan Aujh atau Wajh Bin Inuq.
Namun penjelasan mengenai siapa Unuq ada pada artikel Unuq Bintu Adam: Pintu Zina Pertama Melahirkan Raksasa Bernama Uajh.

Peristiwa Pertama Pada Masa Adam di Bumi

Setelah memiliki keturunan maka mereka membentuk kabilah, kabilah berbeda. Ada yang menyebutkan bahwa kabilah Nabi Adam hingga mencapai penduduk berjumlah 400 jiwa. Dengan lokasi yang berbeda-beda.

Namun berikut ini beberapa kejadian pertama yang terjadi pada masa Nabi Adam Hawa di Bumi dari anak-anaknya, yakni:

  1. Pembunuhan pertama, oleh Qabil kepada Habil,
  2. Menikah pertama sesama kembaran Qabil dengan Iqlima,
  3. Qurban pertama: Habil dan Qabil,
  4. Perzinahan pertama, oleh Unuq Bintu Adam
  5. Raksasa pertama, Aujh Bin Unuq Binti Adam (Kajiannya lemah)

Adam Hawa memiliki keturunan yang menyebar dengan kabilah kabilah berbeda, sesuai dengan Surah Alhujuraat 49:13.

َا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal.Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS: Al Hujuraat: 13)

Saat Wafatnya Nabi Adam

Adam adalah 6 generasi diatas Nabi Nuh AS, perbuatan anak Nabi Adam AS semakin menjadi-jadi menjauhi Aqidah, ini karena mereka tergoda oleh Syaitan. Kisah wafat Nabi adam, klik disini.

Bermula dari mereka yang bersedih karena kehilangan Adam AS, maka Syaitan menyarankannya untuk membuat patung menyerupai Adam, yakni:

  1. Waddan
  2. Suwa
  3. Yaumus
  4. Yauq
  5. Nasrah

Hal ini sesuai dengan Surah Nuh 71:23

يوَقَالُوا لا تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلا سُوَاعًا وَلا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا

Dan mereka berkata: “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwaa’, Yaghuts, Ya’uq dan Nasr”. (QS: Nuh; 23)

Saat penciptaan patung tersebut, maka perlahan anak Adam memiliki aqidah bergeser, setelah menatap patung tersebut. Sebagai kodrat manusia, menatap patung, perlahan menganggap patung tersebut memiliki kekuatan magis.

Maka semenjak itu mereka kemudian menempatkan patung tersebut sebagai sesembahan mereka.

Meskipun tidak semua anak cucu Adam melanggar. Karena juga terdapat Syits yang tak lain adalah Nabi Syits yang mendapatkan 50 Suhuf (terbanyak). Suhuf adalah tuntutan aqidah umat.

Akan tetapi dengan semakin berkembangnya jumlah anak cucu Adam, maka mereka terbagi dalam dua kelompok besar, yakni kelompok yang masih memiliki aqidah kuat dan kelompok lainnya adalah yang berpaling, Wallahu Wa’lam.